Senin, 23 Februari 2009

REFLEKSI SATU DEKADE REFORMASI

Oleh : Shinta Anggrayani (DPM FISIP Unila)
* Disampaikan pada saat Lomba Orasi Politik BEM FISIP UNILA, 23 Mei 2008

Saat ini, tepatnya 21 Mei 2008 kita mengenang 10 tahun peristiwa Reformasi. Masih ingat kawan, Reformasi hadir di tahun 1998 dengan salah satu tuntutan besarnya yaitu Mengadili Tindakan KKN dan Pelanggaran HAM yang dilakukan Soeharto beserta kroni-kroninya. Saat itu, seluruh elemen mahasiswa tumpah ruah di jalan, berunjuk rasa ; HMI, GMKI, GMNI, dan PMII. Semuanya tumpah ruah berunjuk rasa dengan salah satu tujuan yang monumental : Penolakan Bersama Menentang Pencalonan Soeharto Menjadi Presiden RI Yang Ke Tujuh Kalinya Masa Bakti 1998-2003.

Hari ini, tikoh Orde Baru tersebut telah berpulang ke Rahmatullah…Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun. Namun, apa yang terjadi dengan kasusnya?? TIDAK JELAS!! Tidak ada yang jelas. Yang jelas sampai detik ini, Pak Harto beserta seluruh catatan buruknya tak pernah jelas diadili. Sungguh ironi memang, ketika itu terjadi disaat kita akan mengenang satu dekade peristiwa bersejarah yang telah mengubah negeri ini.

Kita sudah Merdeka, sudah 63 tahun kita merdeka. Tetapi kita tidak pernah belahar dari sejarah. Saat peristiwa 1965, tercatat diseluruh buku-buku sejarah SD sampai SMA hanyalah rumor-rumor Konspirasi. Pertanyaan muncul, Apakah Supersemar itu benar-benar ada?? Atau Sebenarnya apakah yang terjadi dibalik peristiwa G 30 S/PKI???? Ataupun yang lainnya. Semua itu hanyalah ketidakjelasan sejarah. Apakah sekarang kita akan mewarisi hal yang sama kepada anak cucu rakyat Indonesia tentang ketidakjelasan kasus Soeharto.

Refeksi Satu Dekade Reformasi

Satu pertanyaan mendasar. Apa hasil Reformasi kita selama ini ?? Apa yang telah kita hasilkan ?? Buat apa ada Reformasi jika pemimpin besar yang telah berhasil kita turunkan tersebut pergi begitu saja membawa seluruh cerita pemerintahannya yang seharusnya dapat kita jernihkan dan kita ceritakan secara jelas kepada anak cucu kita. Apakah hasil Reformasi adalah mengurangi subsidi disegala bidang ; Jagung, kopi, kedelai, dan lainnya. Apakah itu hasil Reformasi !! Apakah ini yang kita cita-citakan dan kita harapkan selama 10 tahun terakhir ini. Bukan Kawan, Bukan itu. Yang kita cita-citakan selama ini tidak lain dan tidak bukan adalah MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN RAKYAT.

Mungkin hanya eksponen ’98 yang dapat menceritakan secara jelas bagaimana peristiwa yang terjadi dibawah teriknya sinar matahari bulan Mei 1998. Tetapi, setidaknya kita sebagai mahasiswa atau teman-teman yang baru menyandang predikat mahasiswa memiliki tanggung jawab yang sama besarnya untuk mewujudkan cita-cita Reformasi. Sejarah reformasi mulai tenggelam Kawan. Ayo kita bangkit untuk terus menyuarakannya, bukan hanya untuk menuntaskan pengadilan Pak Harto tetapi juga mewujudkan kesejahteraan rakyat. Mulai hari ini, saat ini, dan untuk masa-masa yang akan dating…
Ayo Kawan kita suarakan kepentingan rakyat, masih ingat lagu kita ??
Ayo kita nyanyikan bersama-sama…

Wahai para Mahasiswa
Yang merindukan Kejayaan
Pada rakyat yang kebingungan dipersimpang jalan

Pada pewaris Peradaban
Yang telah menggoreskan
Sebuah catatan kebanggan
Dilembar sejarah manusia

Wahai kalian yang rindu kemenangan
Wahai kalian yang turun kejalan
Demi mempersembahkan jiwa dan raga
Untuk negeri tercinta

Lagu itu kawan, lagu itu yang akan terus kita dendangkan demi menggelorakan semangat persatuan kita untuk kembali berjalan diatas kepentingan rakyat dan mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Hidup Mahasiswa…Hidup Mahasiswa…Hidup Rakyat Indonesia!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar