Senin, 30 Maret 2009

Idealisme VS Tuntutan kebutuhan Hidup

Hmm..hmm..hmm...
Benar ga seh klo idealisme itu terkadang Basi??!!!
Saya punya teman, tepatnya kakak tingkat saya waktu kuliah. Dia menjadi salah satu pejabat kampus..ya..diaPimpunan Umum sebuah majalah Kampus..
Dia...Begitu sangat...amat...Arogan...!!!!
etszz... bukan saya asal Tuduh!!!atau main fitnah karena saya pernah menjadi bagian kearoganan Beliau....
Ceritanya...
Saya dulu pernah menjadi salah satu dari puluhan yang mencoba mendaftar di majalah tersebut. Saya pikir saya punya minat dan bakat disitu. Beberapa tes yang saya ikuti,saya selalu mendapatkan apresiasi yang cukup baik.
ada beberapa kandidat yang dijagokandan saya salah satu diantara nama-nama itu..
Tapi, Tiba-tiba semua itu..Nihil..Basi...
Saya terdepak dari puluhan nama-nama itu..Bahkan dari semua pelamar, 3/4 diantaranyaditerima...karena ini adalah lembaga kemahasiswaan, semkain banyak orang yah..semakinbaik..toh ga digaji neh..
Tapi saya terdepak...hati kecil saya bertanya..
"Apakahmemang saya ga pantas untuk menjadi bagian dari organisasi tersebut??"

Salah satu teman sayamenyarankan untuk langsung menanyakankepada pengurus majalah tersebut hal-hal apa saja yang dapat membuat saya tidak diterima??dengan harapan saya dapatmemperbaikinya dikemudian hari.
Tapi..saya cukup segan menanyakan itu semua..

Kembali ke rutinitas..
Saya memang telah terdaftar disalah satu lembaga eksternal kampus, ditempat ini saya berkeluh kesah, menjalin persaudaraan, menimba ilmu dan pengalaman..
Sayakembali datang ke tempat itu, tempat yang membawa saya selalu memiliki motivasi untuk maju, untuk menerjang segala ketiadaan..
Tapi..apa yang saya dapatkan!!Semua memperhatikan saya..ada apakah gerangan??
Hmm..ternyata mereka baru saja membicarakan saya, yang mereka bicarakan adalah keterdepakan saya dari majalah tersebut...

ada apa??kenapa saya yang terdepa..mereka jadi ikutan sibuuk..apakah ini bentuk perhatian..

Ternyata 1 alasan yang sangat mengiris hati saya. Saya terdepak karena saya telah terdaftar sebagai anggota lembaga eksternal tersebut, yang ternyata Pimum tersebut anti organisasi yang saya geluti ini..

Yach...saya menjadi korban dari perang dingin yang selama ini terjadi..mungkin ada yang membacablok ini menjadi salah satu oknum didalamnya..

Pimum bersikap skeptis terhadap lembaga eksternal kampus..dia idealis..katanya...takut lembaganya disusupi tujuan organsiasi eksternal...
padahal,bukankah profesionalisme itu jauhlebih berarti..

Sudahlah...itu masa lalu...
saat ini, saya cukup pasrah dan menerima segalanya...Toh masih banyak yang dapat saya lakukan ditempat lain..

Finally...

Hari ini, saya ketemu lagi sama Sang Pimum tersebut..disuasana yang berbeda..Kami sudah tidak menjadi mahasiswa..sudah tidak idealis lagi..mungkin...
Saat ne dihadapan saya, yang pernah ia depak...ia menawarkan dan memohon suatu hubungan kerjasama...yah..imbasnya adalah target yang harus ia peroleh...
Dia mungkin malu..mengutarakan ini semua...karena duludia begitu arogannya terhadap saya...

tapi ya sudahlah...yang lalu tetap sudah berlalu...
dan saya tidak mau menjadi seorang pendendam..
Hmm...ternyata idealisme itu kini menjadi basi...ketika ditabrakan dengan tuntutan kebutuhan hidup...

1 komentar: